Penyebab dan Jenis-jenis Kejang pada Anak

Penyebab dan Jenis-jenis Kejang pada Anak

Kejang pada anak seringkali menjadi momen yang menakutkan bagi banyak orangtua. Namun, dengan pemahaman yang mendalam tentang penyebab dan jenis-jenis kejang, orangtua dapat lebih tenang dan siap menghadapinya. Artikel ini dirancang untuk memberikan pengetahuan komprehensif tentang kejang pada anak, mulai dari penyebab, jenis-jenisnya, hingga bagaimana cara menanganinya.

Apa Itu Kejang?

Kejang adalah gangguan saraf yang sementara di mana ada peningkatan aktivitas listrik yang abnormal di otak. Ini bisa mempengaruhi sebagian atau seluruh tubuh dan bisa menyebabkan berbagai gejala, mulai dari gemetar ringan hingga kehilangan kesadaran. Memahami kejang adalah langkah pertama dalam menanganinya dengan tepat.

Penyebab Kejang pada Anak

Ada banyak faktor yang dapat menyebabkan anak mengalami kejang. Beberapa penyebab umum termasuk:

  • Kejang demam: Ini adalah penyebab paling umum dari kejang pada anak dan biasanya terjadi saat suhu tubuh anak naik dengan cepat.
  • Ketidakseimbangan elektrolit: Ini bisa terjadi saat ada gangguan pada keseimbangan mineral tubuh, seperti natrium atau kalium.
  • Infeksi otak: Seperti meningitis atau encephalitis.
  • Cedera kepala: Kecelakaan atau benturan keras pada kepala bisa menyebabkan kejang.
  • Kondisi genetik: Beberapa anak memiliki predisposisi genetik untuk mengalami kejang.

Jenis-jenis Kejang pada Anak

Kejang pada anak dapat diklasifikasikan menjadi beberapa jenis, di antaranya:

  • Kejang fokal: Kejang yang dimulai di satu bagian otak dan biasanya mempengaruhi satu sisi tubuh.
  • Kejang generalisata: Kejang yang mempengaruhi seluruh otak dan tubuh.
  • Kejang demam: Kejang yang disebabkan oleh demam tinggi.
  • Kejang absans: Kejang singkat di mana anak tampak “menghilang” selama beberapa detik.

Pertolongan Pertama Saat Terjadi Kejang pada Anak

1. Kenali Jenis Kejang

Ada beberapa jenis kejang yang mungkin dialami oleh anak. Kejang demam adalah yang paling umum terjadi, biasanya disebabkan oleh suhu tubuh yang naik dengan cepat. Memahami jenis kejang dan penyebabnya bisa membantu Anda merespons dengan lebih tepat.

Baca Juga :
Jenis-Jenis Luka Bakar dan Cara Pencegahannya

2. Jaga Keselamatan Anak

Jika anak mulai mengalami kejang, pastikan dia berada di tempat yang aman. Jatuhkan tubuhnya ke sisi untuk mencegah aspirasi dan jaga agar kepala mereka tidak terbentur.

3. Hindari Memasukkan Benda ke Mulut Anak

Ada mitos yang mengatakan bahwa memasukkan sesuatu ke mulut anak saat kejang dapat mencegah mereka menggigit lidahnya. Ini tidak benar dan berbahaya. Jangan pernah memasukkan benda apapun ke dalam mulut anak saat mereka kejang.

4. Catat Durasi Kejang

Sangat penting untuk mencatat berapa lama anak mengalami kejang. Jika kejang berlangsung lebih dari 5 menit, segera bawa anak ke rumah sakit.

5. Kenali dan Atasi Penyebab Kejang

Jika kejang disebabkan oleh demam, cobalah menurunkan suhu tubuh anak dengan memberikan obat penurun demam dan kompres dingin. Namun, jika Anda tidak yakin penyebabnya, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter.

Studi Kasus: Arif, Anak Usia 2 Tahun

Arif, anak usia 2 tahun, tiba-tiba mengalami kejang saat bermain di rumah. Ibu Arif yang panik segera memanggil tetangganya yang merupakan seorang perawat. Dengan cepat, tetangga tersebut memastikan Arif berada di posisi yang aman dan mengecek durasi kejang. Setelah kejang berhenti, Arif dibawa ke klinik terdekat untuk pemeriksaan lebih lanjut. Ternyata, Arif mengalami kejang demam akibat infeksi saluran kemih.

Testimoni dari Dr. Dian, Sp.A:
“Kejang pada anak, khususnya kejang demam, cukup umum terjadi. Penting bagi orangtua untuk mengetahui pertolongan pertama saat terjadi kejang agar dapat mengatasi situasi dengan tepat dan cepat.”

Kesimpulan

Kejang pada anak memang menakutkan, namun dengan pengetahuan yang tepat, Anda bisa memberikan pertolongan pertama yang efektif. Selalu ingat untuk tetap tenang, jaga keselamatan anak, dan segera konsultasi dengan tenaga medis jika diperlukan.